Sedekah dengan Berbuat Kebaikan untuk Orang Lain

memperbaiki jalan

Lentera Inspirasi: Kebaikan yang kita lakukan dalam hidup seringkali tidak hanya terbatas pada harta benda yang kita bagikan. Bersedekah lebih dari sekadar memberi materi atau uang; itu tentang memberikan sebagian dari hati kita kepada orang lain. Ketika kita berbuat kebaikan tanpa pamrih, memberikan waktu, perhatian, atau bantuan kepada sesama, kita membangun ikatan yang kuat dalam jaringan kemanusiaan. Setiap tindakan kebaikan yang kita lakukan tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima, tetapi juga memberi kita kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan merasakan kebahagiaan yang mendalam dari memberi tanpa mengharapkan balasan. Inilah sebabnya mengapa berbuat baik terhadap orang lain adalah investasi yang tak ternilai dalam kehidupan kita.

Sedekah dengan Berbuat Kebaikan untuk Orang Lain

Seorang pemuda berjalan menelusuri gang yang beralaskan aspal menuju Musholla. Setengah jam nanti, ia harus mengumandangkan adzan, yang merupakan tugasnya Ashar ini sebagai muadzin. Tapi sebelumnya ia ingin mendatangi warung dekat Musholla, untuk membeli Nasi Uduk buatan Mpok Salma yang terkenal lezat dan porsinya yang besar.

Beberapa meter sebelum mencapai Musholla, ia mendapati Pak Biduk sedang menutup lubang di jalan dengan batu kerikil. Heri tahu lubang itu sudah beberapa hari ini belum diperbaiki.

”Assalaamu’alaikum” sapa pemuda itu.

”Wa’alaikumsalaam, Nak!”

”Kenapa bapak bersusah payah menutup lubang ini. Ini khan seharusnya urusannya Pak RT. Bapak disuruh olehnya?”

”Tidak, Nak. Ini kemauan bapak sendiri. Kasihan khan orang lalu-lalang di sini dan yang akan menuju Musholla ini. Apalagi yang bawa motor atau sepeda. Bisa bahaya. Yah, hitung-hitung bersedekah, lah Nak. walau apa adanya dan sementara.”

Mendengar jawaban Pak Biduk, pemuda itupun teringat akan apa yang selalu Pak Biduk lakukan akhir-akhir ini. Ia pernah mendapati Pak Biduk menyingkirkan kerikil-kerikil atau kotoran binatang di jalan, supaya orang nyaman berjalan di gang ini. Ia juga pernah melihat Pak Biduk menutup kran air wudhu’ Musholla yang ditinggal terbuka. Membersihkan selokan tetangganya. Rasanya tak terhingga kebaikan apa yang Pak Biduk lakukan untuk kepentingan orang lain. Namun tak ada perhatian maupun penghargaan dari orang lain akan apa yang Pak Biduk lakukan.

Tapi sedihnya, Pak Biduk bukanlah orang yang bercukupan. Ia adalah seorang tukang kebun di kompleks perumahan yang tak jauh dari sini. Dengan beberapa ekstra pekerjaan di luar pekerjaan tetapnya, ia menafkahi istri dan dua anaknya seadanya.

”Seharusnya bapak berhak mendapatkan sesuatu dari ini.”

”Hehehe… Sudahlah Nak! Bapak ikhlas. Namanya juga sedekah. Kalau bapak punya kemampuan harta, maka itu bapak sedekahkan. Kalau bapak punya ilmu, maka itu bapak sedekahkan. Sedekah untuk memperbaiki jalan ini. Namun saat ini bapak hanya bisa sedekah tenaga. Mumpung masih sehat badan. Dengan tangan dan kaki bapak yang masih mampu ini.”

”Iyah, maaf Pak. Saya berbicara tidak pada tempatnya.”

”Tidak apa-apa, Nak! Saya sangat senang bersedekah, berbuat segala kebaikan untuk orang lain. Kalau tangan dan kaki inipun tidak mampu, maka sedekah bapak adalah dengan berkata-kata baik dan bermanfaat dengan nasihat. Jika tidak mampu juga, maka sedekah bapak adalah dengan tersenyum. Dan jika bapak dipanggil oleh Allah, maka sedekah bapak adalah cangkul ini dan Al Qur’an yang bapak punyai. Bapak berikan kepada orang lain atau Musholla, supaya dimanfaatkan. Dan itu menjadi sedekah jariyah bapak insya Allah.”

Malu menyelimuti hati pemuda tersebut. Lalu ia berlalu menuju warung terdekat di sana. Kemudian berbalik ke arah Pak Biduk, sambil membawa Es Teh Manis dan sebungkus Nasi Uduk Mpok Salma buat Pak Biduk.


Yuk, baca juga artikel Lentera lainnya sebagai renungan hidup:


Penutup

Cerita inspiratif dari seorang pemuda yang bertemu dengan Pak Biduk, seorang tukang kebun yang dengan tulus melakukan sedekah dengan cara sederhana namun luar biasa. Pak Biduk secara sukarela menutup lubang di jalan agar orang lain tidak terluka. Meskipun hanya memiliki sedikit, ia dengan rendah hati menjalankan peran sebagai pemberi manfaat bagi sesama.

Pesan yang ingin disampaikan dalam cerita ini adalah betapa pentingnya berbuat baik tanpa mengharapkan imbalan. Meski Pak Biduk tidak memiliki banyak harta, ia menunjukkan bahwa sedekah bukan hanya tentang memberi materi, tapi juga memberi dari apa yang kita miliki, sekecil apapun itu. Setiap tindakan kebaikan, sekecil apapun, memiliki dampak besar bagi orang lain.

Saran setelah membaca kisah ini adalah untuk lebih menghargai perbuatan baik dari orang-orang di sekitar kita, terutama yang dilakukan tanpa pamrih. Berikan apresiasi dan dukungan, bahkan dalam bentuk kecil seperti kata-kata terima kasih atau sikap peduli. Saling menginspirasi untuk melakukan kebaikan juga merupakan hal penting dalam membangun komunitas yang peduli dan berempati terhadap sesama.

Anda telah membaca artikel ulasan tentang "Sedekah dengan Berbuat Kebaikan untuk Orang Lain" yang telah dipublikasikan oleh Lentera Inspirasi. Semoga bermanfaat serta menambah inspirasi dan wawasan. Terima kasih.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *